Sampai di gereja, mampir dulu ke toilet karena desakan di saluran pencernaan yang hampir mencapai ujung. Begitu membuka pintu toilet, seorang kenalan menyapa sambil berjalan masuk gereja. "Hai mas, baru bangun tidur ya." Saya tersenyum. Begitulah, wajah saya ini, entah sudah mandi atau belum, pasti dikira belum mandi. Tapi memang kebanyakan belum mandinya.
Rupa-rupanya di belakang kenalan saya itu ada seorang yang saya nyana ibunya, menimpali, "Kerja sampai pagi apa, kok baru bangun." Ibu itu berkata dalam bahasa Jawa, dengan penyampaian yang saya nilai ketus. Sambil berjalan , tanpa melihat saya, ia mengekor anak gadisnya itu.
Untunglah hari ini adalah hari minggu Gaudete, yang saya tunggu-tunggu. Jadi di toilet pun bersiul-siul, tanpa bersungut-sungut karena si ibu tadi.
Minggu Adven III dinamai Gaudete, rejoice, sukacita. Lilin di korona adven berwarna merah muda, sementara tiga lainnya tetap ungu.
Gaudete dengan merah mudanya melambangkan adanya sukacita di tengah masa pertobatan karena sukacita Natal hampir tiba. Warna merah muda dibuat dengan mencampurkan warna ungu dengan putih. Artinya, seolah-olah sukacita yang kita alami pada Hari Natal (yang dilambangkan dengan warna putih) sudah tidak tertahankan lagi dalam masa pertobatan ini (ungu) dan sedikit meledak dalam Masa Adven.
Pada minggu Gaudete ini murid-murid Yohanes bertanya pada Yesus: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang yang lain?
Jawab-Nya: Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir... dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
Jawab-Nya: Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir... dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
Mari bersukacita atas kabar baik itu. Rejoice!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar