Desember 15, 2008

Listrik biasa padam

Menjelang pukul tujuh malam mendadak mati lampu di kost. Padahal gak ada hujan dan gak ada pemberitahuan sebelumnya. Maguwoharjo gelap gulita. Kasihan anak-anak Sadhar yang saat ini sedang menjalani Ujian Penghabisan Semester. Untunglah saya belum menyalakan komputer, karena saya tidak punya UPS.

Keluar sebentar memantau keadaan, ternyata Maguwoharjo ke timur sebagian besar padam. Condong Catur hanya pasar ke timur yang gelap. Sementara Seturan sedikit saja di titik UPN.
Begitu masuk Gejayan dan Babarsari tetap terang. Kendati demikian, sekitar 40 menit kemudian aliran listrik tersedia lagi,

Selalu saja sering padam listrik di daerah kost dan sekitarnya. Sudah tidak heran lagi. Gak ada lagi tenaga untuk menyumpahserapahi kinerja listrik negara. Pernah di bulan lalu saya baca betapa seorang mahasiswa di Condong Catur berkirim surat pembaca yang mengeluhkan kerapnya padam listrik di lingkungannya. Ia terhambat dalam mengerjakan tugas kuliah rupanya. Ia juga menyampaikan data berapa kali padam dalam sebulan.

Di kesempatan lain, saya baca surat pembaca seorang wiraswasta yang terus merugi. Usaha kecilnya sangat menggantungkan listrik, dan pelanggan harus tahu beres. Kedua orang tadi sadar bahwa padam listrik terlalu sering menunjukkan salah kelola infrastruktur. Di lain pihak, kebanyakan warga hanya pasrah kepada pemerintahnya, terus menerus memaafkan ketidakberesan.

Di luar pulau bahkan, yang saya pernah baca, warga memilih membeli generator set dan terus menyuplainya dengan solar. Semata-mata karena perusahaan listrik negara gak bisa menjamin ketersediaan listrik.

Kita masih menunggu terus kapan infrastruktur beres. Termasuk jalan-jalan kabupaten yang berlubang, dan saluran air yang mampet, seperti di daerah Kledokan baru-baru ini.

Listrik sudah nyala kembali. Saatnya menggarap laporan. Bila listrik terjamin, ayo terus produktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ramalan Cuaca

Click for Jakarta Observatory, Indonesia Forecast